Ketika Masjid dan Gereja di Solo Saling Rukun Berdampingan
![]() |
| Indahnya Perdamaian dalam Perbedaan di Solo. |
Solo kota batik yang dikenal sebagai kota yang ramah, bersih dan tenang. Selalu saja ada ada alasan untuk kembali ke kota ini, baik karena mengunjungi keluarga dan kerabat, kangen suasana kotanya, rindu kelezatan sajian kulinernya, serta keramahan orang-orangnya.
Di kampung halamanku ini terdapat sebuah gereja dan masjid berdiri kokoh berdampingan dalam satu halaman. Keduanya adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah yang letaknya saling berdampingan berbagi tembok bahkan memiliki alamat yang sama. Satu-satunya pemisah bangunan tersebut hanya tugu lilin tua setinggi satu meter yang merupakan simbol perdamaian kerukunan umat beragama. Tugu ini menyimbolkan untuk sepakat hidup berdampingan dengan selalu menjaga toleransi satu sama lain yang telah merasuk pada kehidupan masyarakat setempat. Lokasi Masjid dan Gereja ini di Jalan Gatot Subroto, Kota Surakarta - Indonesia.
![]() |
| Seorang Jemaah Umat Islam Berdiri di Depan Spanduk Ucapan Selamat Idul Fitri di Gereja Joyodiningratan |
Di pagar gereja tampak sebuah spanduk dari Jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan yang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri ketika kakiku beranjak menuju Masjid Al-Hikmah untuk sholat Ied. Sama halnya ketika Umat Kristiani hendak merayakan natal para Jemaah umat muslimpun memberikan ucapan selamat natal untuk jemaat GKJ Joyodiningratan.
Tidak hanya ucapan, masyarakat disini juga nyata dalam tindakan seperti ketika persiapan hari raya idul fitri ini warga non muslimpun turut membantu dalam persiapannya. Begitu juga halnya ketika jemaat GKJ Joyodiningratan hendak merayakan hari natal giliran umat muslim yang membantu mengamankan jalannya perayaan. Masyarakat disini sudah terbiasa saling gotong royong dan bahu membahu saling tolong menolong dalam kehidupan bermasyarakat.
Setiap kali menyaksikan masjid dan gereja yang berdampingan ini, aku selalu membayangkan sungguh indahnya jika Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan keyakinan dapat hidup saling berdampingan seperti ini. Rasanya tempat ini bisa menjadi contoh dan panutan agar kita dapat hidup berdampingan walau hidup dalam perbedaan. Para jamaah pada kedua tempat ibadah ini merasa bangga bisa hidup bersama walau dengan keyakinan berbeda.
![]() |
| GKJ Joyodiningratan & Masjid Alhikmah yang berdiri berdampingan |
![]() |
| Suasana Silahturahmi di Masjid Alhikmah, Surakarta - Indonesia |
Miris rasanya jika kita melihat surat kabar ataupun televisi yang memberitakan tentang konflik antar golongan atau agama akibat oknum yang merasa paling benar akan keyakinannya. Golongan tersebut lebih terlihat arogan dan emosional dalam menghadapi setiap perbedaan yang mereka yakini. Mungkin mereka lupa bahwa negara ini berasaskan Bhineka Tunggal Ika yang memiliki arti walau kita berbeda tetapi tetap satu kesatuan. Negeri ini diberkahi keindahan alam dan keramahan senyum penduduknya dengan segala keragaman suku, agama dan kebudayaan.
Dengan tinggal dilingkungan masyarakat dan anggota keluarga yang juga memiliki perbedaan keyakinan membuat aku lebih bertoleransi akan perbedaan. Kuncinya yaitu komunikasi dan saling terbuka satu sama lain yang membuat kita dapat saling mengerti satu sama lain, saling toleransi serta saling menghargai. Sungguh indahkan hidup dalam perbedaan? Jika Kota Solo bisa, Indonesia juga pasti bisa, Kita semua pasti bisa.
Dosen Pembimbing : Gregorius Daru Wijoyoko




