“Kasihilah Sesamamu Manusia seperti Dirimu Sendiri”
Injil Yesus Kristus mengajarkan kepada kita untuk mengasihi semua anak Allah.
Injil mengajarkan kepada kita untuk memiliki kasih amal bagi semua orang dan mengasihi sesama kita. Juruselamat berfirman:
“Kasihilah
Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan
hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu
manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung
seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” [Matius 22:37–40].
Saudara-saudara
sekalian, jika Injil Yesus Kristus, sebagaimana disampaikan kepada
Anda, belum menanamkan perasaan kasih dalam hati Anda bagi sesama Anda,
maka saya ingin mengatakan bahwa Anda belum menikmati kegenapan penuh
dari karunia mengagumkan yang datang ke bumi ketika Gereja ini
diorganisasi. [Lihat saran 3 di halaman 21].
Pelayanan
kita adalah salah satu dari kasih. Pelayanan kita adalah satu hal yang
memperkaya kehidupan kita .… Jika kita hidup sebagaimana Allah ingin
kita hendaknya hidup, jika kita melayani sebagaimana Dia berhasrat kita
hendaknya melayani, setiap hari dari kehidupan kita diperkaya oleh
pengaruh Roh-Nya, kasih kita terhadap sesama kita meningkat dan jiwa
kita diperluas sampai kita merasakan bahwa kita dapat meraih ke dalam
lengan kita semua anak Allah, dengan suatu hasrat untuk memberkati
mereka dan membawa mereka pada pemahaman mengenai kebenaran.
Sebagai
anggota Gereja Kristus, kita hendaknya menaati perintah-perintah-Nya
dan saling mengasihi. Kemudian kasih kita hendaknya melampaui garis
batas Gereja yang dengannya kita diidentifikasi, dan menjangkau
anak-anak manusia.
Marilah
kita buktikan dengan tingkah laku kita, dengan kelemahlembutan kita,
dengan kasih kita, dengan iman kita, dimana kita menaati perintah yang
besar itu yang difirmankan Juruselamat seperti perintah besar yang
pertama, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Kita menjalankan kasih amal dengan menjangkau mereka yang memerlukan bantuan dan dorongan.
Mengukur
hasil dari apakah kasih dan kasih amal bisa dicapai di dunia ini adalah
tidak mungkin. Kesempatan ditawarkan di setiap cabang dan lingkungan
serta ladang misi untuk pergi memancarkan terang dan sukacita,
mengembangkan kebahagiaan dan mengangkat mereka yang putus asa, serta
membawa sukacita dan penghiburan bagi mereka yang dalam kemasygulan.
Tuhan memfirmankan hal ini:
“Pastikanlah
bahwa kamu saling mengasihi; berhentilah menjadi serakah; belajarlah
untuk saling memberi sebagaimana yang Injil tuntut ….
Dan
melebihi segala sesuatu, kenakanlah pada dirimu ikatan kasih amal,
seperti dengan sebuah jubah, yang adalah ikatan kesempurnaan dan
kedamaian”
…
Apakah Anda mengikuti nasihat-Nya dengan khidmat mengenai kasih amal?
Saya ingin mengatakan bahwa pada kurun waktu tertentu dalam kehidupan
kita, kita perlu menjalankan kasih amal, bukan hanya dalam memberikan
harta kekayaan kita kepada mereka yang membutuhkan, namun kita perlu
memiliki kasih amal bagi kelemahan dan kegagalan serta kekhilafan dari
anak-anak Bapa kita.
Jika
kita menemukan seorang pria atau wanita yang belum berhasil dalam
kehidupan, orang yang sedang melemah imannya, janganlah kita berpaling
darinya; marilah kita menjadikannya tanggung jawab untuk mengunjunginya,
dan pergi kepadanya dalam kebaikan hati dan kasih, serta mendorongnya
untuk berpaling dari kekhilafan jalannya. Kesempatan untuk melakukan
pekerjaan individu di antara kita sebagai suatu umat hadir di mana pun;
dan ada sedikit pria dan wanita dalam Gereja ini yang tidak dapat,
meskipun mereka ingin, menjangkau sedikit lebih jauh dari kelompok yang
dengannya mereka diidentifikasi, serta mengatakan sebuah kata yang baik,
atau mengajarkan kebenaran kepada sebagian anak Bapa kita .… Inilah
pekerjaan Bapa kita. Inilah hal paling penting yang dengannya kita akan
diidentifikasi dalam kehidupan ini.
Saya
hanya memiliki niat baik dalam hati saya bagi umat manusia. Saya tidak
memiliki kebencian apa pun dalam hati saya terhadap manusia hidup siapa
pun. Saya kenal beberapa orang yang saya harap akan berperilaku sedikit
lebih baik daripada saat ini, namun itu masalah mereka, bukan masalah
saya. Jika saya dapat melingkarkan lengan saya kepada mereka dan
membantu mereka kembali pada jalan kebahagiaan dengan mengajarkan kepada
mereka Injil Yesus Kristus, kebahagiaan saya akan ditingkatkan sebagai
hasilnya .… Anda tidak dapat memaksa orang untuk melakukan apa yang
benar, namun Anda dapat mengasihi mereka untuk melakukannya, jika
teladan Anda adalah karakter yang demikian maka mereka dapat melihat
maksud Anda untuk apa yang Anda katakan
Kebahagiaan sejati datang dari mengasihi dan melayani orang lain.
Janganlah
lupa terlepas betapa besar Anda bisa memberikan uang, tidak masalah
betapa Anda bisa menghasratkan hal-hal dari dunia ini yang membuat diri
Anda bahagia, kebahagiaan Anda akan sebanding dengan kasih amal Anda dan
kebaikan hati Anda serta kasih Anda kepada mereka yang dengannya Anda
berkumpul di bumi ini. Bapa Surgawi kita telah berfirman dalam sabda
yang sangat gamblang bahwa dia yang berkata bahwa dia mengasihi Allah
dan tidak mengasihi saudaranya tidaklah jujur
Bukanlah
hanya apa yang kita terima yang membuat kita bahagia; adalah apa yang
kita berikan, dan makin banyak yang kita berikan untuk apa yang
mengangkat dan memperkaya anak-anak Bapa kita, semakin banyak kita harus
memberi. Itu tumbuh seperti sebuah sumber hayat yang besar dan
menggelembung menuju kebahagiaan kekal.
Ketika
kehidupan kita di sini berakhir dan kita kembali ke rumah, kita akan
menerima penghargaan bagi kita di sana untuk setiap tindakan baik yang
telah kita perbuat, setiap kebaikan hati yang telah kita lakukan, setiap
upaya yang telah kita keluarkan untuk memberikan manfaat bagi sesama
kita ….
…
Marilah kita buktikan penghargaan kita atas apa yang telah Tuhan
berikan kepada kita dengan melayani-Nya, dan kita sedang melayani-Nya
ketika kita melakukan kebaikan kepada anak-anak-Nya. Kita telah menerima
dengan cuma-cuma, sekarang dengan cuma-cuma kita memberi [lihat Matius
10:8]. Dengan hati yang dihangatkan oleh kasih dan kebaikan hati bagi
sesama kita, marilah kita bekerja terus-menerus sampai panggilan
terakhir akan datang, dan kita akan menghadapi catatan kita. Kemudian,
jika kita telah meningkatkan talenta kita, jika kita telah menjadi
jujur, benar, suci, baik hati, dan berkasih amal, dan telah berupaya
untuk mengangkat setiap jiwa yang dengannya kita berkumpul, jika kita
telah hidup dengan terang yang telah kita terima, serta menyebarkan
terang kapan pun kesempatan hadir, betapa akan menjadi bahagianya kita
dan betapa hati kita akan menggembung dengan rasa syukur ketika kita
menerima dari Pembuat langit dan bumi yang menyambut dengan pujian,
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau
telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung
jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan
tuanmu” [Matius 25:21].
Dokumen saat melakukan proyek kebaikan membagi bagikan nasi bungkus kepada tukang becak dan tukang sapu
Di sekitar simpang lima kami melihat banyak para tukang becak, pengemis, pemulung, tukang sapu, penggangguran. Disana hati kami tergerak untuk memberikan belas kasih walau dengan sebungkus nasi dan sedikit perhatian berbincang bincang dengan mereka. Kami berkeliling di sepanjang daerah simpang lima disana masih banyak orang-orang yang tidur di pinggir pinggir jalan. Melihat itu kami berempati untuk sedikit membantu mereka memberikan sebungkus nasi dan perhatian kecil untuk mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.
Dokumentasi saat berfoto bersama anak anak panti
Kami mengunjungi sebuah panti asuhan bernama Christoperus di daerah Tanah Putih Semarang disana banyak anak anak yang sejak kecil sudah dititipkan. Anak-anak di panti asuhan Christoperus dari usia TK-SMA disana mayoritas anak perempuan dan anak anak disana bersekolah semua mereka bersekolah di yayasan Aloysius. Anak-anak disana begitu ceria dan bersemangat saat berdinamika dengan kita. Kita mengajak mereka kumpul di suatu ruangan aula di panti asuhan Christoperus mereka kita ajak berdoa bersama, bertepuk tangan, bernyanyi, bermain game, dan mereka meresponnya dengan baik. Disitulah saya merasa berempati melihat anak anak yang begitu lucunya sejak kecil tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya sudah ditinggalkan orangtua mereka dan hidup di panti asuhan. Bertapa beruntungnya kita yang masih mempunyai orangtua dan hidup bahagia di tengah keluarga kita.


Bagus artikelnya kita harus bisa menerapkan di kehidupan sehari hari.
BalasHapusBagus artikelnya kita harus bisa menerapkan di kehidupan sehari hari.
BalasHapusNice artikell.. good job
BalasHapusArtikel yg menarik, semoga bisa diterapkan di kehidupan sehari hari
BalasHapusArtikel yg menarik, semoga bisa diterapkan di kehidupan sehari hari
BalasHapusmengasihi sesama kita merupakan hal kecil yang menunjukan mengasihi Tuhan . Gb
BalasHapusartikel yang bagus.. semoga menginspirasi...
BalasHapusBenar, kita memang harus mengasihi satu sama lain, artikel yang bagus...
BalasHapusArtikel yang bagus, sangat menginspirasi
BalasHapusNice article. Keep writing :)
BalasHapusTeruslah berbuat baik untuk sesama dan mendekatkan diri pada tuhan
BalasHapusNice article :)
good artikel!!!!
BalasHapusNice and good
BalasHapusNice and good
BalasHapusSemoga kita bisa saling mengasihi tanpa memandang keuntungan yang kita dapat, Tuhan memberkati
BalasHapus