Sabtu, 28 November 2015


“Kasihilah Sesamamu Manusia seperti Dirimu Sendiri”

Injil Yesus Kristus mengajarkan kepada kita untuk mengasihi semua anak Allah.

Injil mengajarkan kepada kita untuk memiliki kasih amal bagi semua orang dan mengasihi sesama kita. Juruselamat berfirman:

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” [Matius 22:37–40].

Saudara-saudara sekalian, jika Injil Yesus Kristus, sebagaimana disampaikan kepada Anda, belum menanamkan perasaan kasih dalam hati Anda bagi sesama Anda, maka saya ingin mengatakan bahwa Anda belum menikmati kegenapan penuh dari karunia mengagumkan yang datang ke bumi ketika Gereja ini diorganisasi. [Lihat saran 3 di halaman 21].

Pelayanan kita adalah salah satu dari kasih. Pelayanan kita adalah satu hal yang memperkaya kehidupan kita .… Jika kita hidup sebagaimana Allah ingin kita hendaknya hidup, jika kita melayani sebagaimana Dia berhasrat kita hendaknya melayani, setiap hari dari kehidupan kita diperkaya oleh pengaruh Roh-Nya, kasih kita terhadap sesama kita meningkat dan jiwa kita diperluas sampai kita merasakan bahwa kita dapat meraih ke dalam lengan kita semua anak Allah, dengan suatu hasrat untuk memberkati mereka dan membawa mereka pada pemahaman mengenai kebenaran.

Sebagai anggota Gereja Kristus, kita hendaknya menaati perintah-perintah-Nya dan saling mengasihi. Kemudian kasih kita hendaknya melampaui garis batas Gereja yang dengannya kita diidentifikasi, dan menjangkau anak-anak manusia.

Marilah kita buktikan dengan tingkah laku kita, dengan kelemahlembutan kita, dengan kasih kita, dengan iman kita, dimana kita menaati perintah yang besar itu yang difirmankan Juruselamat seperti perintah besar yang pertama, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”


Kita menjalankan kasih amal dengan menjangkau mereka yang memerlukan bantuan dan dorongan.


Mengukur hasil dari apakah kasih dan kasih amal bisa dicapai di dunia ini adalah tidak mungkin. Kesempatan ditawarkan di setiap cabang dan lingkungan serta ladang misi untuk pergi memancarkan terang dan sukacita, mengembangkan kebahagiaan dan mengangkat mereka yang putus asa, serta membawa sukacita dan penghiburan bagi mereka yang dalam kemasygulan.


Tuhan memfirmankan hal ini:


“Pastikanlah bahwa kamu saling mengasihi; berhentilah menjadi serakah; belajarlah untuk saling memberi sebagaimana yang Injil tuntut ….


Dan melebihi segala sesuatu, kenakanlah pada dirimu ikatan kasih amal, seperti dengan sebuah jubah, yang adalah ikatan kesempurnaan dan kedamaian”


… Apakah Anda mengikuti nasihat-Nya dengan khidmat mengenai kasih amal? Saya ingin mengatakan bahwa pada kurun waktu tertentu dalam kehidupan kita, kita perlu menjalankan kasih amal, bukan hanya dalam memberikan harta kekayaan kita kepada mereka yang membutuhkan, namun kita perlu memiliki kasih amal bagi kelemahan dan kegagalan serta kekhilafan dari anak-anak Bapa kita.


Jika kita menemukan seorang pria atau wanita yang belum berhasil dalam kehidupan, orang yang sedang melemah imannya, janganlah kita berpaling darinya; marilah kita menjadikannya tanggung jawab untuk mengunjunginya, dan pergi kepadanya dalam kebaikan hati dan kasih, serta mendorongnya untuk berpaling dari kekhilafan jalannya. Kesempatan untuk melakukan pekerjaan individu di antara kita sebagai suatu umat hadir di mana pun; dan ada sedikit pria dan wanita dalam Gereja ini yang tidak dapat, meskipun mereka ingin, menjangkau sedikit lebih jauh dari kelompok yang dengannya mereka diidentifikasi, serta mengatakan sebuah kata yang baik, atau mengajarkan kebenaran kepada sebagian anak Bapa kita .… Inilah pekerjaan Bapa kita. Inilah hal paling penting yang dengannya kita akan diidentifikasi dalam kehidupan ini.


Saya hanya memiliki niat baik dalam hati saya bagi umat manusia. Saya tidak memiliki kebencian apa pun dalam hati saya terhadap manusia hidup siapa pun. Saya kenal beberapa orang yang saya harap akan berperilaku sedikit lebih baik daripada saat ini, namun itu masalah mereka, bukan masalah saya. Jika saya dapat melingkarkan lengan saya kepada mereka dan membantu mereka kembali pada jalan kebahagiaan dengan mengajarkan kepada mereka Injil Yesus Kristus, kebahagiaan saya akan ditingkatkan sebagai hasilnya .… Anda tidak dapat memaksa orang untuk melakukan apa yang benar, namun Anda dapat mengasihi mereka untuk melakukannya, jika teladan Anda adalah karakter yang demikian maka mereka dapat melihat maksud Anda untuk apa yang Anda katakan

Kebahagiaan sejati datang dari mengasihi dan melayani orang lain.

Janganlah lupa terlepas betapa besar Anda bisa memberikan uang, tidak masalah betapa Anda bisa menghasratkan hal-hal dari dunia ini yang membuat diri Anda bahagia, kebahagiaan Anda akan sebanding dengan kasih amal Anda dan kebaikan hati Anda serta kasih Anda kepada mereka yang dengannya Anda berkumpul di bumi ini. Bapa Surgawi kita telah berfirman dalam sabda yang sangat gamblang bahwa dia yang berkata bahwa dia mengasihi Allah dan tidak mengasihi saudaranya tidaklah jujur

Bukanlah hanya apa yang kita terima yang membuat kita bahagia; adalah apa yang kita berikan, dan makin banyak yang kita berikan untuk apa yang mengangkat dan memperkaya anak-anak Bapa kita, semakin banyak kita harus memberi. Itu tumbuh seperti sebuah sumber hayat yang besar dan menggelembung menuju kebahagiaan kekal.

Ketika kehidupan kita di sini berakhir dan kita kembali ke rumah, kita akan menerima penghargaan bagi kita di sana untuk setiap tindakan baik yang telah kita perbuat, setiap kebaikan hati yang telah kita lakukan, setiap upaya yang telah kita keluarkan untuk memberikan manfaat bagi sesama kita ….
… Marilah kita buktikan penghargaan kita atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita dengan melayani-Nya, dan kita sedang melayani-Nya ketika kita melakukan kebaikan kepada anak-anak-Nya. Kita telah menerima dengan cuma-cuma, sekarang dengan cuma-cuma kita memberi [lihat Matius 10:8]. Dengan hati yang dihangatkan oleh kasih dan kebaikan hati bagi sesama kita, marilah kita bekerja terus-menerus sampai panggilan terakhir akan datang, dan kita akan menghadapi catatan kita. Kemudian, jika kita telah meningkatkan talenta kita, jika kita telah menjadi jujur, benar, suci, baik hati, dan berkasih amal, dan telah berupaya untuk mengangkat setiap jiwa yang dengannya kita berkumpul, jika kita telah hidup dengan terang yang telah kita terima, serta menyebarkan terang kapan pun kesempatan hadir, betapa akan menjadi bahagianya kita dan betapa hati kita akan menggembung dengan rasa syukur ketika kita menerima dari Pembuat langit dan bumi yang menyambut dengan pujian, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” [Matius 25:21].

                                                      
Dokumen saat melakukan proyek kebaikan membagi bagikan nasi bungkus kepada tukang becak dan tukang sapu  

Di sekitar simpang lima kami melihat banyak para tukang becak, pengemis, pemulung, tukang sapu, penggangguran. Disana hati kami tergerak untuk memberikan belas kasih walau dengan sebungkus nasi dan sedikit perhatian berbincang bincang dengan mereka. Kami berkeliling di sepanjang daerah simpang lima disana masih banyak orang-orang yang tidur di pinggir pinggir jalan. Melihat itu kami berempati untuk sedikit membantu mereka memberikan sebungkus nasi dan perhatian kecil untuk mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.




  

 Dokumentasi saat berfoto bersama anak anak panti

 Kami mengunjungi sebuah panti asuhan bernama Christoperus di daerah Tanah Putih Semarang disana banyak anak anak yang sejak kecil sudah dititipkan. Anak-anak di panti asuhan Christoperus dari usia TK-SMA disana mayoritas anak perempuan dan anak anak disana bersekolah semua mereka bersekolah di yayasan Aloysius. Anak-anak disana begitu ceria dan bersemangat saat berdinamika dengan kita. Kita mengajak mereka kumpul di suatu ruangan aula di panti asuhan Christoperus mereka kita ajak berdoa bersama, bertepuk tangan, bernyanyi, bermain game, dan mereka meresponnya dengan baik. Disitulah saya merasa berempati melihat anak anak yang begitu lucunya sejak kecil tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya sudah ditinggalkan orangtua mereka dan hidup di panti asuhan. Bertapa beruntungnya kita yang masih mempunyai orangtua dan hidup bahagia di tengah keluarga kita.

15 komentar:

  1. Bagus artikelnya kita harus bisa menerapkan di kehidupan sehari hari.

    BalasHapus
  2. Bagus artikelnya kita harus bisa menerapkan di kehidupan sehari hari.

    BalasHapus
  3. Artikel yg menarik, semoga bisa diterapkan di kehidupan sehari hari

    BalasHapus
  4. Artikel yg menarik, semoga bisa diterapkan di kehidupan sehari hari

    BalasHapus
  5. mengasihi sesama kita merupakan hal kecil yang menunjukan mengasihi Tuhan . Gb

    BalasHapus
  6. artikel yang bagus.. semoga menginspirasi...

    BalasHapus
  7. Benar, kita memang harus mengasihi satu sama lain, artikel yang bagus...

    BalasHapus
  8. Artikel yang bagus, sangat menginspirasi

    BalasHapus
  9. Teruslah berbuat baik untuk sesama dan mendekatkan diri pada tuhan
    Nice article :)

    BalasHapus
  10. Semoga kita bisa saling mengasihi tanpa memandang keuntungan yang kita dapat, Tuhan memberkati

    BalasHapus